Selasa, 31 Agustus 2010

Retno Dumilah Park...


Masyarakat Madiun dan sekitarnya sebenarnya sangat menunggu akan adanya ruang publik yang dapat menjadi ruang berapresiasi dan berekreasi. Ruang publik dimana masyarakat akan mendapatkan kenyamanan dan kegembiraan tanpa gangguan hiruk pikuk aktivitas kota.

Dumilah Park  menawarkan konsep taman di jantung kotaDumilah Park sendiri dijamin kebersihannya. Madiun. Agar masyarakat Madiun dan sekitarnya bisa merasakan hal yang berbeda dari tempat-tempat tujuan wisata lainnya. Dumilah Park memberikan solusi bagi masyarakat kota yang jenuh dengan aktivitas keseharian, dan ingin menyegarkan suasana dengan beberapa fasilitas yang ada diantaranya Garden Zone, Water Zone, Games Zone dan Pujasera. Garden Zone, merupakan wilayah taman yang asri dimana mata memandang akan merasakan kesejukan. Water Zone berupa sarana kolam renang yang sangat dijaga kualitas airnya. Selain itu akan segera di buka juga beberapa fasilitas lain dari water zone seperti kiddy pool, kolam tanding dan kolam arus.Pujasera atau Pusat Jajanan Selera Rakyat yang ada di lingkungan

Dumilah Park, mengambil nama Retno Dumilah yang merupakan nama tokoh lokal Madiun yang telah melegenda. Berdasarkan Serat Kandha, tokoh Retno Dumilah merupakan tokoh pejuang wanita yang berusaha mempertahankan kedaulatan wilayah kadipaten Purbaya ( sebelum berubah nama menjadi Madiun) dari penaklukan Panembahan Senopati yang memploklamirkan wilayah barunya, Mataram, sebagai kesultanan baru setelah runtuhnya kesultanan Pajang.

Dari kisah tersebut, Dumilah Park dapat dijadikan  simbol upaya masyarakat Madiun mempertahankan eksistensi kelokalannya. Eksistensi bahwa Madiun pun bisa menjadi salah satu tujuan wisata seperti kota-kota besar lainnya.Bila upaya tersebut berhasil maka Madiun tidak hanya menjadi tujuan wisata saja, tapi juga akan menghidupkan sektor lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan sosial budaya.

Dumilah Park bisa menjadi pioner terciptanya Madiun sebagai kota wisata belanja, wisata budaya, wisata pendidikan, wisata tekhnologi, dan tentu saja wisata alam. Semua itu akan terwujud  bila ada  sinergi yang baik dari Dumilah Park, pemerintah daerah dan masyarakat. Dumilah Park akan memulai dengan konsep kenyamanan bagi keluarga berekreasi melalui garden zone, waterzone dan pujasera yang berkualitas, aman dan sehat.      

Tidak ada salahnya kalau kota Madiun punya  sebutan sebagai kota Gadis, karna obyek wisata alami yang di tawarkan sangat menjanjikan dan masih terawat keasrianya. Selain itu kota Madiun termasuk kota percontohan dan kota wisata belanja, kota pelajar.
Madiun salah satu kota karesidenan dari lima kabupaten antara lain Kota Ngawi, Kota Magetan, Kota Madiun, Kota Ponorogo, dan Kota Pacitan. Dan masing - masing kota tersebut mempunyai obyek wisata yang tidak kalah menariknya dan mempunyai seni tari yang tidak jauh lagi uniknya antara lain seni tari reog ponorogo, tari orek - orek. dan sejuta pariwisata yang di tawarkan antara lain Danau dan air terjun Sarangan, kolam renang banyu biru Magetan, Taman ria Maospati, taman manunggal Magetan. Kolam renang tawun, waduk pondok, waduk sangiran Ngawi. Danau ngebel Ponorogo. Gua Gong Pacitan, Pantai Teleng Ria Pacitan dan masih banyak lagi obyek - obyek wisata lainya.
Kalau anda tertarik dengan obyek- obyek wisata tersebut silahkan anda berkunjung dan buktikan sendiri keasrianya dan tidak perlu mengeluarkan ongkos banyak. karna obyek - obyek wisata tersebut sangat terjangkau biayanya dan sangat murah banget di jamin anda puas dan tidak menyesal untuk datang kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar