Senin, 19 Juli 2010

Obat Hipertensi Secara Tradisional dan Cara Pengobatanya

Sayuran Sebagai Obat Hipertensi

Di dapur kita ada beberapa jenis bumbu atau sayuran yang dapat
mengobati tekanan darah tinggi. Misalnya bawang putih, seledri, dan
mentimun yang merupakan sayuran yang sering dikonsumsi.

Kalau Anda sering merasa sakit kepala, jantung berdebar-debar,
tengkuk terasa kaku, lesu, atau emosional, mungkin hipertensi biang
keladinya. Penyakit ini menyerang pada seseorang yang berumur
setengah baya. Para ahli memperkirakan penyebabnya antara lain
faktor keturunan, ketegangan pikiran, merokok, makan berlebihan, dan
minuman beralkohol. Penderita hipertensi perlu perawatan rutin. Jika
tidak, pembuluh darah otak mungkin saja tidak tahan menahan tekanan
darah yang terlalu tinggi yang dapat mengakibatkan stroke.

Di bawah ini diberikan 3 resep untuk menurunkan tekanan darah
tinggi:
2 siung bawang putih dan 10 lembar daun seledri.
Bawang putih dikupas dan dicuci. Kedua bahan itu diblender atau
ditumbuk bersama-sama sampai lembut. Setelah itu diseduh dengan air
panas sebanyak ½ gelas. Tutup rapat. Kalau airnya sudah dingin,
peras dan saring. Minumlah air saringan itu dua kali sehari ½ gelas.
Ramuan ini tidak tahan lama, sehingga harus dibuat baru setiap kali
mau minum. Minum 3 hari berturut-turut, kemudian kontrol tensinya.
Kalau sudah normal, hentikan selama 1 hari, selanjutnya minum lagi 1
kali sehari selama 5 hari. Catatan: meminum ramuan ini terus menerus
bisa menurunkan tensi terlalu drastis sehingga badan menjadi lemas.

2 mentimun setengah tua yang panjangnya sejengkal dan 3 siung bawang
putih. Mentimun dan bawang putih dikupas, dicuci, dan diparut.
Tambahkan ½ gelas air dingin. Campur semuanya, peras dan saring.
Untuk penderita dengan tensi di atas 200 mm Hg, minum 3 kali sehari
½ gelas. Frekuensi minum 3 hari berturut-turut, kemudian kontrol
dahulu tensinya. Bila sudah normal, hentikan sehari. Setelah itu
minum lagi 1 kali sehari ½ gelas. Jika belum normal, pengobatan bisa
dilanjutkan sampai seminggu.

Mentimun dan bawang putih dikupas, dicuci, dan diparut. Tambahkan ½
gelas air dingin. Campur semuanya, peras dan saring. Untuk penderita
dengan tensi di atas 200 mm Hg, minum 3 kali sehari ½ gelas.
Frekuensi minum 3 hari berturut-turut, kemudian kontrol dahulu
tensinya. Bila sudah normal, hentikan sehari. Setelah itu minum lagi
1 kali sehari ½ gelas. Jika belum normal, pengobatan bisa
dilanjutkan sampai seminggu.

2 jari tangan akar pule pandak, 2 pohon meniran cabut dengan
akarnya, 15 lembar daun kumis kucing. Akar pule pandak, pohon
meniran, dan kumis kucing dicuci dan dipotong kecil-kecil. Ketiga
bahan itu dimasukkan ke dalam air bersih sebanyak 4 gelas. Rebus
sampai tersisa 3 gelas. Cara minumnya sama dengan resep nomor 2.
Khasiat tanaman penangkal hipertensi

Bawang putih: Mengandung sativine, senyawa kimia yang bisa
mempercepat pertumbuhan sel dan merangsang susunan syaraf (berbahaya
bagi anak kecil). Kandungan lain ialah allicine, senyawa yang
bersifat antibiotik. Bawang putih pun mengandung saponin, sinistrin,
nicotinic acid, flavonoida, diallydisulfide, vitamin A,B,C,D.
Khasiatnya, antara lain untuk hipertensi, antibiotik, ekspektoran,
luka gigitan serangga, diuretic, dan disentri.

Seledri: Mengandung polifenol, flavonoida, dan saponin. Khasiatnya
untuk mengobati hepertensi, menghilangkan rasa mual. Bonggol/akarnya
untuk rematik.

Pule pandak: Mengandung alkaloida, saponin, polifenol, dan
serpentine. Khasiatnya untuk hipertensi dan muntaber.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar